jump to navigation

orang-orang berkata April 22, 2009

Posted by -astri- in nge-poems.
2 comments

kukatakan pada seseorang,
aku senang melihatnya bahagia
bila tak bersamaku dia bahagia,
biarkanlah

seseorang itu berkata,
tentu saja kau ingin dia bahagia
tapi tak inginkah dirimu,
melihatnya bahagia karenamu?

(more…)

setelah beberapa waktu April 17, 2009

Posted by -astri- in nge-poems.
3 comments

ini juga sama nasibnya kayak postingan sebelumnya.
gara2 desakan si mbak linda akhirnya gua posting.. :)

(more…)

hati ini ingin bicara April 16, 2009

Posted by -astri- in nge-poems.
2 comments

sebuah postingan yang sebenernya dah beberapa minggu yang lalu ditulisnya.. tapi karena satu dan lain hal baru sempet posting sekarang.. :)

(more…)

kesiapan, identitas dan doa March 19, 2009

Posted by -astri- in holy..holy...
2 comments

Alert: postingan panjang..

Sekarang ini, sebuah gadget pintar bernama BlackBerry (BB) sudah bukan barang yang asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Karena kemampuannya yang diagung-agungkan oleh para penggunanya. Meskipun begitu, dengan harga yang relatif lebih murah, kita sudah bisa mendapatkan fitur-fitur yang mirip dari handphone Nokia E71 atau HP iPaq912. Sehingga menurut pendapat saya, jika dibandingkan ulang, penggunaan BB hanyalah sebagai prestise para penggunanya agar terlihat tidak ketinggalan zaman, sebuah ikon lifestyle (gaya hidup) masa kini.

Ok, stop sampai di situ. Yang mau dibahas di sini sebenarnya bukan tentang gadget-gadget pintar ini. Tapi tentang lifestyle itu sendiri, meskipun sebenernya itu cuma sub-topik sebenarnya.

Beberapa hari terakhir ini, Tuhan lagi mau mengingatkan lagi beberapa hal. Dan Dia mengingatkan lewat ibadah-ibadah, lewat obrolan dengan rekan-rekan sepelayanan, lewat homili pastor di hari Minggu dan lewat renungan-renungan di pagi hari. Beberapa hal ini adalah mengenai kesiapan setiap saat, mengenai identitas sebagai seorang Kristiani dan mengenai doa sebagai lifestyle.

1. Kesiapan setiap saat

Dulu pembimbing rohaniku pernah memberiku wejangan yang juga dia dapatkan dari pembimbing rohaninya. Dia bilang, kita harus selalu siap setiap saat, karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan bertemu dengan seseorang yang memerlukan kita.

Dulu yang menjadi topik kesiapan ini adalah mengenai materi-materi dasar pemulihan diri. Mulai dari pertobatan, gambar diri, kasih Bapa, pelepasan, dsb. Aku pikir aplikasinya hanya di situ saja. Tapi ternyata tidak, dan aku baru mengerti beberapa hari lalu di sebuah ibadah.

Ternyata kita sebaiknya siap dalam segala hal, apalagi yang menjadi talenta yang dipercayakan kepada kita. Misalkan aku, saat ini di PD kantor, aku tergabung dalam divisi Praise & Worship. Karena selama ini sudah ada jadwal untuk siapapun yang bertugas, aku hanya bersiap-siap 3-5 hari sebelum aku bertugas. Dan aku ditegur Tuhan waktu aku ke ibadah di gedung sebelah pada hari Jumat.

WL di ibadah itu tidak datang, dan aku diminta oleh pengurus PD di sana untuk menggantikan (padahal dia tidak tahu bahwa aku WL di PD kantor). Dengan terus terang, aku katakan aku tidak siap. Dan dengan terpaksa, pengurus PD itu sendiri yang menjadi WL. Ok, berarti lain kali aku harus belajar untuk lebih siap. Bukan siap dalam arti suaraku harus bagus, karena terus terang suaraku biasa saja. Tapi siap untuk melayani Tuhan sepenuh hati, dimanapun kita berada.

Ternyata mengenai kesiapan itu tidak berhenti sampai di situ saja. Di ibadah hari itu juga, ternyata topik yang disampaikan adalah mengenai akhir zaman. Sudahkah kita siap untuk menghadapinya? Apakah kita menjadi bagian dari yang terangkat, atau yang tertinggal? Apakah selama ini kita sudah menjadi wanita-wanita bijaksana yang siap dengan minyaknya agar pelitanya terus menyala? Ataukah kita hanya wanita-wanita bodoh yang yang tidak siap dengan minyak cadangan dan akhirnya pelita kita mati? Aku ditegur keras hari itu. Kita harus selalu siap untuk dipanggil olehNya. Sudahkah kita melakukan perintah-perintah Tuhan, bukan hanya bisa berteriak-teriak memanggil namaNya? Sudahkah kita menjadi bagian dari orang-orang yang terangkat itu?

(more…)

aku dan awan kecil February 27, 2009

Posted by -astri- in nge-poems.
2 comments

tak pernah kusangka
aku bisa menemukan awan kecil
saat dia nun jauh di langit sana
dan aku berjalan di bawah sini

tak pernah kusangka
aku bisa begitu menyayanginya
awan kecil yang begitu bebas
bermain bersama langit biru

tak pernah kusangka
awan kecil selalu temaniku
meneduhkanku di hari yang terik
menyegarkanku dengan curahannya

tak pernah kusangka
aku nyaman dengan kehadirannya
awan kecil senang bersamaku
kami tertawa bersama

waktu berlalu,

tak pernah kusangka
awan kecil hanyalah khayalan belaka
kesepian seorang manusia
kepolosan masa muda

awan kecil kembali bebas
bermain dengan langit biru
aku kembali berjalan, menjadi dewasa
bertumbuh dan melanjutkan hidupku

terima kasih awan kecil
atas kejujuranmu dan masa-masa indah itu
selamat tinggal awan kecil
lanjutkanlah permainanmu